Contoh Penerapan Kontrol ISO27002 di Perusahaan: Studi Kasus dari Kebijakan hingga Bukti Audit
Contoh penerapan kontrol ISO 27002 di perusahaan oleh PT Indonesia
Sertifikasi Standard
Banyak tim membaca ISO 27002 lalu bingung di langkah berikutnya: 93 kontrol itu wujud nyatanya seperti apa di kantor, sistem, dan proses sehari-hari? Artikel ini menjawabnya lewat contoh penerapan kontrol ISO 27002 di sebuah perusahaan ilustrasi, lengkap dengan bukti yang biasanya diminta auditor.
Jawaban singkat: penerapan kontrol ISO 27002
berarti mengubah tiap kontrol menjadi kebijakan tertulis, praktik yang
dijalankan, dan bukti yang bisa diperiksa. Kontrol dipilih berdasarkan penilaian risiko, lalu
dicatat dalam Statement of Applicability (SoA). ISO 27002 sendiri tidak
disertifikasi. Sertifikatnya adalah ISO/IEC 27001:2022, dan kontrol 27002
menjadi acuan penerapannya.
Profil
Perusahaan Ilustrasi
PT. XY
(nama fiktif) adalah penyedia aplikasi manajemen pelanggan berbasis cloud
dengan ±150 karyawan. Perusahaan ini menyimpan data pelanggan korporasi,
memakai layanan cloud pihak ketiga, dan mendapat permintaan klien besar untuk
menunjukkan sertifikasi keamanan informasi. Perusahaan
melakukan gap analysis, menyusun penilaian risiko, lalu menerapkan kontrol
berikut.
8 Contoh Penerapan Kontrol ISO 27002
1. Kebijakan Keamanan
Informasi (Kontrol 5.1)
- Penerapan: Direksi
menandatangani kebijakan keamanan informasi satu halaman, lalu
dipublikasikan di intranet dan dibahas saat onboarding karyawan baru.
- Bukti audit: dokumen kebijakan bernomor
dan bertanggal, bukti persetujuan direksi, serta catatan sosialisasi.
2. Kontrol
Akses dan Hak Istimewa (5.15, 5.18, 8.2)
- Penerapan: Akses diberikan
berdasarkan peran (least privilege). Akun administrator dipisah
dari akun harian dan hak akses ditinjau setiap triwulan oleh pemilik
sistem.
- Bukti
audit: matriks peran dan akses, formulir permintaan serta pencabutan
akses, dan notulen tinjauan akses berkala.
3.
Autentikasi Aman (5.17, 8.5)
- Penerapan:
Autentikasi multi-faktor (MFA) wajib untuk email, VPN, dan konsol cloud.
Kebijakan kata sandi mengikuti panjang minimum dan melarang pemakaian
ulang.
- Bukti
audit: tangkapan layar konfigurasi MFA, daftar pengguna yang telah aktif
MFA, dan kebijakan kata sandi.
4. Hubungan
dengan Pemasok dan Layanan Cloud (5.19, 5.23)
- Penerapan: Setiap
pemasok kritis dinilai sebelum dikontrak. Kontrak memuat klausul
kerahasiaan dan pelaporan insiden, serta daftar pemasok dievaluasi
tahunan.
- Bukti
audit: daftar pemasok dan klasifikasi risikonya, kuesioner penilaian,
serta kontrak atau perjanjian pemrosesan data.
5.
Manajemen Insiden Keamanan (5.24–5.26)
- Penerapan: Ada
prosedur pelaporan satu pintu, klasifikasi tingkat keparahan, dan tim
respons dengan peran jelas. Simulasi insiden dijalankan minimal sekali
setahun.
- Bukti audit: prosedur insiden, log
laporan insiden beserta tindak lanjutnya, dan catatan simulasi atau lessons
learned.
6. Backup
dan Kesiapan Keberlangsungan (8.13, 5.30)
- Penerapan: Backup terjadwal otomatis
dengan salinan terpisah dari lingkungan produksi. Uji pemulihan (restore
test) dilakukan berkala dan dicatat.
- Bukti audit: jadwal backup, laporan
keberhasilan, serta hasil uji pemulihan yang ditandatangani.
7. Logging
dan Pemantauan (8.15, 8.16)
- Penerapan: Log akses dan aktivitas
administrator dikumpulkan secara terpusat. Peringatan untuk aktivitas
tidak wajar dipantau tim operasional.
- Bukti
audit: konfigurasi log, contoh peringatan beserta penanganannya, dan
kebijakan retensi log.
8. Pengamanan Kode dan Kerentanan (8.8, 8.28)
- Penerapan: Tim pengembang menerapkan code
review, pemindaian kerentanan terjadwal, dan pedoman secure coding.
Temuan kerentanan dicatat serta diperbaiki sesuai prioritas.
- Bukti audit: pedoman secure coding,
laporan pemindaian, dan ticket perbaikan kerentanan.
Kontrol
Pendukung Lain yang Sering Diaudit
- 6.3 Kesadaran dan
pelatihan:
pelatihan tahunan dan daftar hadir.
- 7.2
dan 7.4 Keamanan fisik: kartu akses, buku tamu,
CCTV ruang server.
- 8.24
Kriptografi: enkripsi data saat transit dan penyimpanan.
- 8.10, 8.11, 8.12: penghapusan informasi,
data masking, dan pencegahan kebocoran data.
![]() |
|
Tahap |
Fokus |
Contoh Kontrol |
|
1. Fondasi |
Tata kelola dan aset |
Kebijakan, inventaris aset, peran |
|
2. Perlindungan inti |
Akses dan data |
MFA, hak akses, backup, enkripsi |
|
3. Deteksi dan ketahanan |
Pemantauan dan respons |
Logging, insiden, uji pemulihan |
Urutan ini bisa disesuaikan dengan hasil penilaian risiko masing-masing
perusahaan.
Pelajaran
dari Studi Kasus Ini
- Pilih kontrol berdasar
risiko,
bukan menyalin seluruh daftar. Kontrol yang dikecualikan harus dijelaskan
alasannya di SoA.
- Bukti
sama pentingnya dengan praktik. Kontrol yang dijalankan
tetapi tidak tercatat sulit dibuktikan saat audit.
- Libatkan pemilik proses, bukan hanya tim IT. HR,
legal, dan operasional memegang banyak kontrol.
- Jadikan
kebiasaan, bukan proyek sekali jalan. Tinjauan berkala dan
internal audit menjaga kontrol tetap hidup.
Butuh Pendampingan MenerapkanKontrol di Perusahaan Anda?
PT Indonesia Sertifikasi Standard membantu dari gap analysis, penyusunan SoA dan dokumen, penerapan kontrol, pelatihan, hingga pendampingan auditsertifikasi ISO 27001 oleh lembaga sertifikasi terakreditasi.

Contoh bukti audit kontrol ISO 27002 untuk sertifikasi ISO 27001 bersama pt. indonesia sertifikasi standard
FAQ Viral
1. Apa contoh penerapan kontrol ISO 27002 di perusahaan?
Contohnya kebijakan keamanan informasi yang disetujui direksi, MFA untuk sistem
penting, tinjauan hak akses berkala, backup dengan uji pemulihan, prosedur
insiden, serta pemantauan log.
2. Apakah semua 93 kontrol wajib diterapkan?
Tidak otomatis. Kontrol dipilih berdasarkan penilaian risiko. Kontrol yang dikecualikan harus
dijelaskan alasannya di Statement of Applicability.
3. Apa
bukti yang diminta auditor untuk kontrol ISO 27002?
Biasanya berupa dokumen kebijakan dan prosedur, catatan pelaksanaan (log,
formulir, notulen), serta bukti teknis seperti konfigurasi atau tangkapan
layar.
4. KontrolISO 27002 apa yang sebaiknya diterapkan lebih dulu?
Umumnya kebijakan dan tata kelola, inventaris aset, kontrol akses dan
MFA, backup, lalu manajemen insiden. Urutan akhir bergantung pada hasil
penilaian risiko.
5. Apakah ISO 27002 bisa disertifikasi?
Tidak. Yang disertifikasi adalah
ISO/IEC 27001:2022. Kontrol ISO 27002 menjadi panduan penerapannya.
6. Berapa lama menerapkan kontrol ISO 27002?
Bergantung pada ukuran organisasi dan kondisi awal. Estimasi pasti dihitung
setelah gap analysis.
7. Apakah startup atau UKM perlu menerapkan semua contoh ini?
Tidak harus. Skala penerapan disesuaikan dengan ukuran dan risiko, tetapi
kontrol dasar seperti akses, backup, dan insiden relevan untuk hampir semua
usaha.
8. Siapa yang bertanggung jawab menerapkan kontrol di perusahaan?
Tanggung jawabnya dibagi ke pemilik proses (IT, HR, legal, operasional) dengan
koordinasi dari penanggung jawab keamanan informasi dan dukungan manajemen
puncak.
9. Apakah penerapan ISO 27002 membantu kepatuhan UU PDP?
Membantu sebagai kerangka pengamanan teknis dan organisasi, tetapi kepatuhan UU
PDP tetap membutuhkan langkah hukum dan tata kelola tambahan.
10. Apakah PT ISS bisa mendampingi penerapan kontrol?
Ya, mulai dari gap analysis, penyusunan dokumen, penerapan kontrol, pelatihan,
hingga pendampingan audit.
CTA PT
Indonesia Sertifikasi Standard
Ingin
Contoh Penerapan Kontrol yang Sesuai dengan Bisnis Anda?
Konsultasi
GRATIS penerapan ISO 27002 dan sertifikasi ISO 27001 bersama konsultan
berpengalaman PT Indonesia Sertifikasi Standard.
CTA (Contact To Action)
PT.
INDONESIA SERTIFIKASI STANDARD
Gedung STC Senayan Lantai 3 #181
Jl. Asia Afrika, Pintu IX Gelora Senayan,
Jakarta Pusat 10270 DKI Jakarta
📱 HP/WA: 0821.1352.1977
☎️ Telp: 021.5793.0507
📧 Email: iss.isosertifikasi@gmail.com
Visit Web
kami di: www.sertifikasi-iso.id | www.iso-sertifikasi.id | www.sertifikasiisoindonesia.com
Blog kami: sertifikasiisomurah.blogspot.com | sertifikasiindonesia.wordpress.com


0 Komentar